Lurah Gilangharjo Hadiri Pembukaan Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar, Perkuat Ekonomi dan Potensi Wisata Kalurahan

15 April 2026
Administrator
Dibaca 6 Kali
Lurah Gilangharjo Hadiri Pembukaan Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar, Perkuat Ekonomi dan Potensi Wisata Kalurahan

 

Gilangharjo, Lurah Gilangharjo menghadiri kegiatan pembukaan pelatihan budidaya ikan air tawar yang diselenggarakan pada tanggal 15–16 April 2025, bertempat di Meeting Point Dewi Kaji, Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Kaji Sejahtera Kadisoro. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam bidang budidaya ikan air tawar, sekaligus mendorong penguatan sektor ekonomi berbasis perikanan di tingkat kalurahan.

Dalam sambutannya, Lurah Gilangharjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor perikanan. Ia menekankan bahwa pelatihan semacam ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif, sehingga mampu mengembangkan budidaya ikan air tawar secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” ungkap Lurah Gilangharjo.

Sementara itu, Kasi Perikanan Budidaya, Wahyu Bintarto, S.Pt., turut menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam sektor perikanan sebagai kunci keberhasilan usaha budidaya.

“Budidaya ikan air tawar memiliki potensi ekonomi yang sangat baik jika dikelola dengan benar. Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman mulai dari teknik dasar budidaya, manajemen pakan, hingga pengendalian penyakit ikan. Harapannya, peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung di lapangan,” jelas Wahyu Bintarto.

Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan usaha budidaya sangat bergantung pada konsistensi dan kemauan belajar dari para pembudidaya.
“Kami mendorong para peserta untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produksi, sehingga hasil budidaya dapat bersaing di pasar dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Secara umum, sektor budidaya ikan memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada ikan konsumsi air tawar seperti lele, nila, dan gurame, tetapi juga mencakup ikan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Budidaya ikan hias seperti koi, cupang, dan guppy dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

Kedua jenis budidaya ini—ikan konsumsi dan ikan hias—memiliki karakteristik dan peluang yang berbeda, namun sama-sama menjanjikan. Budidaya ikan konsumsi cenderung berorientasi pada ketahanan pangan dan suplai pasar harian, sementara ikan hias lebih mengarah pada nilai estetika dan pasar hobi yang memiliki margin keuntungan tinggi. Dengan pengelolaan yang tepat, keduanya dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi masyarakat.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa Pemerintah Kalurahan Gilangharjo secara konsisten dari tahun ke tahun terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi wilayah, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) yang diarahkan untuk memperkuat berbagai sektor strategis di kalurahan.

Di Padukuhan Kadisoro, dukungan ini tidak hanya menyasar penguatan kelompok-kelompok produktif seperti Pokdakan, tetapi juga diarahkan untuk menunjang pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal dan potensi wisata. Peningkatan akses, sarana pendukung, serta pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kemandirian ekonomi warga.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan kelompok masyarakat seperti Pokdakan Mina Kaji Sejahtera, diharapkan sektor perikanan di Kalurahan Gilangharjo dapat terus berkembang. Tidak hanya sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal yang terintegrasi dengan potensi wisata yang ada di Kadisoro dan wilayah Gilangharjo secara umum.

Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Pokdakan serta masyarakat yang memiliki minat dalam budidaya ikan air tawar. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa sektor perikanan masih memiliki prospek yang menjanjikan apabila didukung dengan pengetahuan, keterampilan, serta akses yang memadai.

Ke depan, diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal bagi tumbuhnya wirausaha baru di bidang perikanan, baik pada sektor ikan konsumsi maupun ikan hias. Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, sektor ekonomi dan wisata di Kadisoro maupun wilayah Gilangharjo diyakini akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.