Pelatihan Budidaya Ikan di Gilangharjo Bahas Hama dan Penyakit Ikan Guppy, Perkuat Kapasitas Pembudidaya
Gilangharjo, Kegiatan pelatihan budidaya ikan air tawar yang diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2025 di Meeting Point Dewi Kaji, Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, terus menghadirkan materi yang aplikatif dan relevan bagi kebutuhan pembudidaya. Salah satu materi penting yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah terkait hama dan penyakit ikan guppy serta penanganannya.
Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, yaitu dokter hewan Pradani Alvi Fatmala. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa ikan guppy sebagai salah satu komoditas ikan hias memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun juga rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik.
“Ikan guppy termasuk ikan yang relatif mudah dibudidayakan, tetapi tetap memiliki risiko terserang penyakit, terutama jika kualitas air dan manajemen pemeliharaan kurang diperhatikan,” jelas Pradani Alvi Fatmala di hadapan peserta pelatihan.
Ia menjelaskan beberapa jenis penyakit yang umum menyerang ikan guppy, di antaranya infeksi parasit seperti Ichthyophthirius multifiliis (white spot), penyakit jamur, serta infeksi bakteri yang dapat menyebabkan luka atau pembusukan sirip. Selain itu, hama seperti predator kecil dan organisme pengganggu di kolam juga dapat mengancam kelangsungan hidup ikan.
Menurutnya, salah satu kunci utama dalam pencegahan penyakit adalah menjaga kualitas air tetap stabil. Parameter seperti suhu, pH, dan kebersihan kolam harus diperhatikan secara rutin.
“Pencegahan lebih penting daripada pengobatan. Dengan menjaga kualitas air, memberikan pakan yang sesuai, serta menghindari kepadatan tebar yang berlebihan, risiko penyakit dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Dalam hal penanganan, Pradani juga menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila ikan sudah terlanjur terserang penyakit. Penanganan meliputi isolasi ikan yang sakit, penggunaan obat-obatan sesuai jenis penyakit, serta perbaikan kondisi lingkungan budidaya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam mengidentifikasi gejala awal penyakit, seperti perubahan perilaku ikan, warna tubuh yang memudar, atau munculnya bercak pada tubuh ikan. Deteksi dini menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan.
Kegiatan pelatihan ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kalurahan Gilangharjo yang secara konsisten mendorong pengembangan sektor perikanan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) untuk pengembangan potensi lokal.
Selain sebagai komoditas ekonomi, budidaya ikan hias seperti guppy juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata berbasis masyarakat di wilayah Kadisoro dan Kalurahan Gilangharjo secara umum.
Pelatihan ini diikuti oleh anggota Pokdakan Mina Kaji Sejahtera serta masyarakat yang memiliki minat dalam budidaya ikan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait penanganan penyakit yang kerap menjadi kendala dalam usaha budidaya ikan hias.
Dengan adanya materi ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menjaga kesehatan ikan secara optimal. Hal ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil budidaya.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, tenaga penyuluh, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung keberlanjutan usaha perikanan di Kalurahan Gilangharjo. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, sektor perikanan diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dan wisata lokal.