Ratusan Peserta Meriahkan Ngundo Layangan di Bulak Gunung Tambalan

20 April 2026
Administrator
Dibaca 34 Kali
Ratusan Peserta Meriahkan Ngundo Layangan di Bulak Gunung Tambalan

Gilangharjo – Kegiatan “Ngundo Layangan” yang diselenggarakan oleh Radio Swaka FM 107.7 bersama SD Negeri Bongsren sukses digelar pada Minggu (19/4/2026) di kawasan Bulak Gunung Tambalan, Pandak, Bantul. Acara ini berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SDN Bongsren, warga Kalurahan Gilangharjo, hingga komunitas pecinta layangan dari wilayah Bantul dan Kulon Progo.

Sejak sore hari, hamparan sawah yang luas berubah menjadi ruang interaksi sosial yang hidup. Langit di atas Bulak Gunung Tambalan dipenuhi beragam bentuk dan warna layangan, mulai dari layangan tradisional hingga layangan rangkaian panjang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan pelestarian budaya tradisional. Anak-anak tampak antusias belajar menerbangkan layangan, sementara para orang tua dan komunitas layangan turut berbagi pengalaman serta teknik bermain layang-layang yang baik.

Salah satu panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu lintas generasi. “Kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Layangan adalah media yang dekat dengan masyarakat, sekaligus bagian dari budaya yang perlu terus dijaga,” ujarnya.

Partisipasi komunitas pecinta layangan dari Bantul dan Kulon Progo turut menambah semarak acara. Mereka menampilkan berbagai jenis layangan unik, termasuk layangan panjang yang membentang di langit dan menjadi pusat perhatian peserta.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Cimory Bantul dan Amanda Madu Murni, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong terselenggaranya kegiatan berbasis masyarakat yang edukatif dan rekreatif.

Dengan terselenggaranya “Ngundo Layangan”, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat hubungan sosial, mengembangkan potensi lokal, sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah arus modernisasi.